Pemilihan Ketua PHRI Sumut, Wesly Unggul di Kota Medan

MEDAN Salingsapa info | Pemilihan Ketua Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran (BPD PHRI) Provinsi Sumatera Utara pada Musyawarah Daerah ke XII, di Hotel Garuda Plaza Medan, Selasa 15 Desember 2020 berlangsung lancar dan tertib.

Pemilihan Ketua BPD PHRI Sumut diikuti oleh 3 orang calon, yaitu Denny, Wesly dan candidat lainnya. Suara yang diperebutkan sebanyak 6 suara dari BPC PHRI Kab/Kota di Sumatera Utara. Dari hasil perhitungan suara, Denny memperoleh 3 suara dan Wesly memperoleh 3 suara, sehingga terjadi hasil yang sama (drow) dan akhirnya Musda diskors, dan akan dilakukan untuk pemilihan lanjutan (pemilihan ulang).

Wesly Marpaung, SE unggul di Kota Medan

Yang menarik dari pemilihan ketua BPD PHRI Sumut tersebut adalah Wesly Marpaung ternyata hotel dan restoran di Kota Medan kebanyakan memilih Wesly dibandingkan dengan Denny (incumbent), sehingga Wesly unggul di Kota Medan. suara yang diraih oleh Wesly jauh melampaui suara yang diperoleh Denny.

Unggulnya Wesly di Kota Medan patut diapresiasi dan dicermati. Pertama, PHRI Kota Medan merupakan barometer PHRI di Sumatera Utara. Karena jumlah anggota hotel dan restoran di Kota Medan (members PHRI) sangat banyak, jauh melampaui jumlah hotel dan restoran yang ada di 5 BPC PHRI Kab/Kota di Sumatera Utara. Artinya secara defacto, jika merujuk kepada junlah hotel dan restoran yang ada di Kota Medan, yang mayoritas memilih Wesly, maka Wesly sesungguhnya telah unggul dibandingkan dengan Denny.

Unggulnya Wesly di Kota Medan, sangat erat kaitannya dengan keinginan dan harapan anggota terhadap perubahan. Artinya bahwa hotel dan restoran di Kota Medan menginginkan figur baru yang mampu membawa perubahan kepada industri perhotelan dan restoran ke arah yang lebih baik.

Pelaku usaha hotel dan restoran di Kota Medan pada khususnya, kurang merasakan kehadiran pengurus lama (petahana) dalam memimpin PHRI di Sumatera Utara, terutama di masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir satu tahun, anggota PHRI tidak merasakan kehadiran pengurus lama (incumbent) untuk memperhatikan dan mempedulikan, sementara anggota tetap memberikan kewajibannya, seperti halnya iuran wajib.

Kedua, unggulnya Wesly di Kota Medan merupakan sebuah sinyal bahwa Wesly mendapat kepercayaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan petahana. Hal ini merupakan modal utama bagi Wesly, untuk memenangkan pemilihan ulang. Karena, 5 BPC PHRI Kab/Kota lainnya akan melihat fakta kemenangan Wesly di Kota Medan.

5 BPC PHRI Kab/Kota akan melihat dan merujuk kepada hasil pemilihan yang dimenangkan oleh Wesly di Kota Medan. Kemenangan Wesly di Kota Medan, akan menjadi dasar penilaian 5 BPC PHRI Kab/Kota pada saat pemilihan ulang. Karena, BPC-BPC akan lebih rasional lagi untuk memilih ketua BPD PHRI Sumut putaran kedua.

Ketiga, Wesly unggul di Kota Medan merupakan penilaian pelaku usaha hotel dan restoran bahwa Wesly dianggap memiliki nilai lebih dibanding dengan Denny sang incumbent.

Memang saat ini hampir semua pemimpin organisasi sedang diperhadapkan dengan banyak tantangan. Pemimpin organisasi dituntut kemampuannya dan kinerjanya dalam memimpin organisasi. Karena pemimpin sangat menentukan maju tidaknya organisasi.

Demikian halnya organisasi BPD PHRI Sumut, kemampuan pemimpin sangat menentukan maju tidaknya organisasi PHRI Sumut. Utamanya di masa pandemi Covid ini, kepedulian Pemimpin sangat diharapkan para anggota.

Pemimpin organisasi saat ini dan ke depan semakin dituntut kemampuannya untuk melayani, mengayomi, melindungi dan membantu anggota. Pemimpin harus benar-benar memberikan hati, pikiran, tenaga, bahkan materi untuk membesarkan organisasi yang dipimpinnya. Ini barangkali salah satu yang diharapkan oleh anggota PHRI di Sumatera Utara.

Karena itu, besar harapan pelaku usaha hotel dan restoran di Kota Medan dan di Sumatera Utara kepada Wesly, jika terpilih nanti sebagai ketua BPD PHRI Sumut, dapat membawa perubahan dan kemajuan organisasi PHRI Sumut dan pelaku usaha hotel dan restoran di seluruh Sumatera Utara.

Dengan majunya industri perhotelan dan restoran di Sumatera Utara, tentunya akan mendorong kemajuan perekonomian di Sumatera Utara. Ini yang diharapkan oleh pemerintah, masyarakat, dan pelaku ekonomi lainnya. (Ys)