Putus Mata Rantai Covid-19, Babinsa Ramil 11/Brb Dampingi Petugas Kesehatan Lakukan Rapid Test

ACEH TIMUR (Aceh) Salingsapa.info | Pasca Libur bersama pada Hari Raya Idul Adha, Babinsa Ramil 11/Birem Bayeun Kodim 0104/Atim Serda Eko Tri Suranto dampingi petugas Kesehatan dari Puskesmas melaksanakan Rapid Test kepada pengendara mobil maupun sepeda motor yang melintas jalan raya, dalam rangka mencegah dan memutuskan mata rantai Covid 19, tepat di depan Pos Pengawasan Pencegahan Penyebaran Covid-19, Gampong Aramiah, Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur, Senin (3/8/2020).

Pemeriksaan rapid test dilakukan oleh Petugas Puskesmas Birem Bayeun yang didampingi Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Dishub.

Kepada awak media Serda Eko mengatakan bahwa, rapid test yang dilaksanakan ini untuk meyakinkan bahwa para pengendara yang melewati Kecamatan Birem Bayeun tersebut benar-benar negatif dari virus Corona. Terlebih pasca Hari Raya Idul Adha pastinya banyak warga yang berlalu-lalang melewati Pos Pengawasan.

“Alhamdulilah dari pemeriksaan Rapid test tidak terdapat indikasi terinfeksi dari Virus Corona, ”paparnya.

Danramil 11/Brb Lettu Inf Jaya Sakti mengatakan bahwa, hasil dari laporan dari Babinsa pada pemeriksaan Rapid test pada hari ini tidak terdapat pengendara ataupun warga yang melintas terindikasi infeksi dari Virus Corona.

Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Kecamatan Birem Bayeun agar dengan sesegera mungkin melaporkan jika ada warga yang baru kembali dari perantauan.

“Sehingga sedini mungkin dapat dilakukan pengecekan dan pemeriksaan kesehatannya. Hal ini adalah merupakan langkah dan antisipasi kita terhadap penyebaran virus corona diwilayah kita,” imbaunya.

Sementara Dandim Dandim 0104/Atim Letkol Czi Hasanul Arifin Siregar, S.Sos, M.Tr (Han) saat dikonfirmasi awak media dikantornya, menanggapi positif dengan kegiatan yang dilakukan personelnya tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu dan berguna bagi anggota yang tergabung Satgas Penanggulangan Covid-19 di Kecamatan Birem Bayeun. “Sehingga tidak terjadi kesalahan dan hal yang tidak diinginkan dalam penanganan pasien Covid-19 dimana yang bertugas juga terlindungi dari virus Covid-19,” tutupnya. (AA)