Terminal Sentiong Balaraja Disinyalir Dijadikan Tempat Prostitusi

TANGERANG (Banten) Salingsapa info | Ketua DPW APKAN Banten secara langsung sambangi terminal Sentiong Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang Banten saat mendengar desas desus soal Terminal Sentiong yang disinyalir dijadikan tempat prostitusi (22/11/2020).

Ketua DPW APKAN, Cecep Rohana menyampaikan setelah memperdengarkan record hasil investigasinya “tak berselang lama saat saya berada di terminal pada rabu malam (11/11/2020), dua orang wanita menghampiri saya, satu orang sebagai pelobi dan seorangnya lagi sebagai pekerja seksual, katanya Aa! 250 ribu berikut kamar, 200 ribu sekali main dan 50 ribu untuk bayar” ucap Cecep R

Lebih Lanjut Cecep R mengatakan “setelah bersepakat saya diajak melihat kamar yang ada didalam terminal Sentiong, dengan berpura pura saya dan rekan melihat kamar, kata si eneng eneng yang disitu, temennya sama aq aja yuk, saya dan rekan pun hampir terjebak perzinahan, namun akhirnya kami berhasil keluar dengan alasan geser motor bentar, langsung tancap gas keluar area terminal” ujar Cecep R

Ketua DPW APKAN Banten menyatakan “Desas Desus soal Terminal Sentiong Balaraja yang disinyalir dijadikan tempat Prostitusi benar adanya, dan ini adalah Pelanggaran atas azas pemanfaatan fungsi Terminal, dan saya berkeyakinan bahwa Kepala Terminal tidak mungkin tidak mengetahui desas desusnya, wong saya yang kediamannya jauh saja sebelum saya melakukan investigasi, desas desusnya sudah saya dengar jauh jauh hari” terang nya hari ini Sabtu, (21/11/2020).

Menimpali ucapan Cecep R, dalam diskusinya malam tadi (22/11/2020), Fahrur Rozi yang merupakan Kepala Bidang Kajian dan Analisa dari Lembaga Pemantau Kinerja Aparatur Negara PN Banten mengatakan

“Terminal Sentiong Balaraja kita ketahui adalah Fasos Fasum, dibangun oleh Pemerintah dengan tujuan yang baik, dan tentunya bukan untuk tempat maksiat, apalagi perzinahan/prostitusi, sangat diharamkan bila dijadikan tempat perzinahan, saya selaku penganut agama Islam mengutuk hal yang demikian, secepatnya akan saya gali kembali informasi ini, dan dalam hal ini Kepala Terminal yang pastinya akan saya persoalkan, pertanyaannya apakah tidak tahu atau pura pura tidak tau?,”terangnya

Lebih lanjut Cecep R mengatakan “Awal nya saya ragu akan desus desus soal ini, ternyata benarlah bahwa disitu ada wanita-wanita pekerja sexs nya serta kamar atau ruangan peruntukkan berzina, nilai bayarnya juga jelas disebutkan, sayang saya lupa tanya nama pekerja sexs nya,”pungkasnya. (red)